Oleh : Fidatul Jamila

 

Pada dasarnya proses hamil dan melahirkan merupakan proses alamiah yang bisa dialami oleh wanita usia subur yang telah melakukan aktifitas seksual tanpa barrier (penghalang). Namun hal ini terkadang membuat sebagian wanita, terutama yang belum memiliki pengalaman mengenai proses hamil dan melahirkan mengalami kecemasan. Mereka mungkin membayangkan bahwa proses persalinan merupakan hal yang menyakitkan dan ditambah dengan beberapa mitos yang sudah berkembang dimasyarakat tentang proses persalinan menambah tingkat kecemasan mereka terhadap proses persalinan itu sendiri.

Proses persalinan biasanya akan berlangsung pada minggu ke 39 – 40 kehamilan, namun pada sebagian wanita akan melahirkan lebih cepat ataupun lebih lambat dari tafsiran persalinan yang ditentukan. Pada minggu – minggu menjelang persalinan biasanya ibu hamil merasakan ada perbedaan yang ia alami pada kehamilannya. Jika mungkin pada trimester 2, ibu hamil sudah mulai “nyaman” dengan kehamilannya, maka pada trimester 3 ini ketidaknyamanan akan mulai dirasakan.

Berikut adalah tanda – tanda persalinan yang harus dikenalkan kepada ibu hamil.

Tanda – tanda persiapan persalinan (preparatory stage of labor)

  1. Terjadi lightening

Pada minggu ke-36 pada kehamilan primigravida mulai terjadi penurunan fundus uteri yang karena kepala janin sudah mulai masuk pintu atas panggul, namun tanda ini tidak terlalu terlihat pada multigravida. Hal ini disebabkan oleh adanya : kontraksi Braxton hiks (kontraksi ini merupakan kontraksi Rahim sporadis yang umumnya terjadi pada trimester 2 atau 3 dan tidak semua ibu hamil mengalami), ketegangan dinding perut, ketegangan ligamentum rotundum (terletak pada sisi uterus bagian bawah dan didepan tuba falopi) serta gaya berat janin kepala kearah bawah.

Masuknya bagian bawah janin ini membuat ibu merasakan beberapa hal, antara lain :

  1. Sering kencing (follaksuria)

Penekanan pada kandung kemih oleh kepala janin sehingga peluang untuk melakukan ekspansi berkurang dan menyebabkan frekuensi berkemih meningkat.

  1. Kram kaki

Penekanan pada saraf yang melewati foramen obsturator yang menuju kaki oleh bagian bawah janin yang menyebabkan terjadinya kram kaki.

  1. Edema

Penekanan pada pembuluh darah vena oleh bagian bawah janin juga menjadi penyebab terjadinya edema. Hal ini terjadi akibat bagian bawah janin menghambat darah yang kembali dari bagian bawah tubuh menuju ke atas.

  1. His permulaan

Kadar estrogen dan progesterone pada akhir masa kehamilan akan semakin berkurang sehingga produksi oksitosin meningkat. Peningkatan kadar oksitosin inilah yang memicu terjadinya kontraksi (his) yang lebih sering. His permulaan ini biasanya disebut sebagai his palsu. Sifat his palsu antara lain :

  1. Rasa nyeri ringan dibagian bawah
  2. Datangnya tidak teratur
  3. Tidak ada tanda – tanda kemajuan persalinan
  4. Interval terjadinya his relative pendek
  5. Tidak bertambah bila beraktivitas
  6. Serviks menjadi lebih lunak

Mendekati persalinan serviks menjadi matang dan lembut, serta terjadi obliterasi serviks dan kemungkinan sedikit dilatasi. Keadaan serviks pada masa mendekati peralinan menjadi lunak, mulai mendatar, dan sekresinya bertambah, kadang bercampur darah (bloody show)

Tanda – tanda persalinan (inpartu)

  1. Terjadi his persalinan

His persalinan ini hampir serupa dengan his palsu namun ada beberapa ciri lain yang membedakan, antara lain :

  1. Nyeri pada pinggang dan menjalar hingga kedepan
  2. Sifat his teratur, interval semakin pendek dan semakin kuat
  3. Terjadi perubahan pada serviks. Pada primigravida diawali dengan penipisan lalu diikuti dengan pembukaan, sedangkan pada multigravida biasanya penipisan dan pembukaan terjadi dalam waktu yang hamper bersamaan.
  4. His semakin kuat saat pasien menambah aktivitasnya.
  5. Bloody Show (lendir darah)

Lendir ini berasal dari pembukaan yang menyebabkan keluarnya lendir dari kanalis servikalis. Sedangkan darah yang dikeluarkan disebabkan karena robeknya pembuluh darah pada saat serviks mulai membuka.

  1. Kadang – kadang ketuban pecah spontan
  2. Dilatasi dan effacement
  3. Dilatasi adalah terbukanya kanalis servikalis secara berangsur – angsur akibat adanya his. Effacement adalah pendataran kanalis servikalis yang semula panjangnya 1- 2 cm menjadi hilang sama sekali, sehingga tinggal ostium yang tipis.

 

Sumber

Marmi.2012. Intranatal Care Asuhan Kebidanan Pada Persalinan. Pustaka Pelajar : Yogyakarta

Rohani,dkk. 2011.Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan. Salemba Medika : Jakarta

Nurasiah, Ai dkk. 2012. Asuhan Persalinan Normal Bagi Bidan. Refika Aditama : Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *