Fitria, S.ST., M.Keb

Dosen D3 Kebidanan Stikes Surabaya

Praktisi Mom and Baby Spa

Praktisi Prenatal Yoga

 

Kejadian presentasi sungsang pada usia kehamilan 28 minggu sebanyak 20%, meskipun versi spontan sering terjadi, sehingga hanya 3-4% wanita dengan kehamilan tunggal cukup bulan yang janinnya dalam presentasi sungsang.(1) Faktor predisposisi untuk presentasi bokong meliputi prematuritas, malformasi rahim atau fibroid, polihidramnion, plasenta previa, kelainan janin (misalnya, malformasi SSP, massa leher, aneuploidi), dan kehamilan multipel. Kelainan janin yang diamati dalam 17% dari persalinan sungsang prematur dan 9% dari persalinan sungsang cukup bulan.(2)

Operasi caesar adalah teknik yang paling sering digunakan dalam kasus presentasi sungsang. Operasi caesar mengurangi kematian perinatal atau neonatal dan morbiditas neonatal namun menyebabkan peningkatan morbiditas ibu, jika dibandingkan dengan persalinan pervaginam yang direncanakan. Adanya berbagai risiko yang terkait dengan persalinan sungsang dan operasi caesar, maka beberapa jenis manuver dipromosikan versi janin menuju presentasi kepala. (1)

Ada beberapa metode yang sudah dikembangkan dan dipercaya dapat mengubah presentasi bokong pada letak sungsang menjadi presentasi kepala. beberapa teknik postur tubuh untuk mengurangi insiden morbiditas ibu yang masih sering digunakan diantaranya posisi knee-chest, Eksternal Cephalic Version (ECV) dan akhir-akhir ini muncul metode baru di China yang dikenal dengan pengobatan / terapi moksibusi.(3),(4)

Moksibusi (Moxa) merupakan praktek pembakaran ramuan mugwort (armetisia vulgaris) melalui titik akupuntur kandung kemih (BL) 67 yang terletak di bagian luar jari kelingking kaki digunakan dalam pengobatan tradisional Cina untuk mendukung perubahan presentasi kehamilan sungsang menjadi presentasi kepala. Moksibusi biasanya dipadatkan dan digulung berbentuk silinder dan diletakkan dekat dengan kulit sampai menghasilkan hiperemi dari vasodilatasi lokal.(3)

Moxa merupakan ramuan Artemisia argyi dikenal sebagai mugwort merupakan gabungan ramuan Artemisia abadi. Daun mugwort menghasilkan moxa wol setelah dilakukan pengeringan dan penggilingan, yang merupakan bahan umum dari moksibusi. Bahan-bahan moxa terdiri lebih dari 60 jenis komponen telah diidentifikasi. Minyak atsiri dari moxa termasuk 1,8-Cineole, alkena thujene alpha, pinene, sabinene, dll), kamper, borneol, dan aldehida kecil, keton, fenol, alkana, dan seri senyawa benzena. Heptatriacontane (C37H76) memainkan peran penting dalam pembakaran. Moxa juga memiliki tanin, flavonoid, sterol, polisakarida, elemen, dan bahan-bahan lainnya. Tingkat minyak atsiri dari moxa adalah 0,45% -1,00% dengan berbagai kegiatan biologisyang bermanfaat  seperti perluasan otot polos saluran napas, menghilangkan batuk, efek ekspektoran, dan aktivitas antioksidan yang kuat karena kaya akan flavonoid dan polisakarida.(6)

Terapi  moxa merupakan pengobatan tradisonal cina (TCM) dan Fisiologi Barat. Pemanasan titik menurut TCM pada kandung kemih (BL) 67 atau Zhi Yin di kaki  menghasilkan energi yang (energi pemanasan) pada dasar panggul. Adanya stimulus panas pada titik akupunktur BL 67 bisa menghasilkan stimulasi adrenocortical mengakibatkan peningkatan dalam estrogen plasenta. Adanya sensitivitas yang lebih besar dari miometrium dan perubahan dalam hubungan antara prostaglandin F dan E, disertai dengan pengurangan dalam jenis prostaglandin E, sedangkan prostaglandin tipe F akan tetap tidak berubah. Pada saat yang sama akan terjadi peningkatan energi kontraktilitas uterus, sehingga akan  menyebabkan stimulasi gerakan janin berupa gerakan dan probabilitas yang lebih tinggi untuk versi janin, sehingga efek bayi bergerak memutar  serta berbalik.(7)

Jika dilihat dari ilmu kedokteran barat, dimana terapi moxa dapat meningkatkan sirkulasi darah di rahim. Terapi ini akan menyebabkan kelenjar adrenal janin dirangsang dengan adanya respon adrenocortical dari ibu melalui aliran darah. Hal ini akan menyebabkan janin menanggapi moksibusi melalui peningkatan jumlah gerakan janin dan secara tidak langsung akan memengaruhi jaringan otot rahim dalam waktu 7 menit setelah dimulainya terapi. Dampak yang dihasilkan bayi akan menjadi lebih aktif dan akhirnya, bisa berubah atau memutar.(3)

Mekanisme kerja dari moksibusi ini memiliki efek termal dan efek radiasi. Efek termal dengan membakar moxa tanpa api dapat menghasilkan suhu tinggi sekitar 548-890∘C, akan memberikan perasaan hangat ketika dekat dengan tubuh, sehingga beberapa orang berpikir bahwa pengobatan ini pada dasarnya adalah efek fisik termal. Moksibusi dapat  menyebabkan vasokonstriksi pada titik pembakaran, sementara vasodilatasi di sekitar titik dan meningkatkan aliran darah arteri perifer dan mikrovaskuler permeabilitas. Bila suhu lingkungan lebih tinggi dari tubuh, maka panas mentransmisikan ke dalam tubuh melalui konduksi, konveksi, atau radiasi. Efek terapi panas meliputi peningkatan perpanjangan jaringan kolagen dan vasodilatasi dan peningkatan aliran darah ke daerah yang terpapar. Peningkatan tingkat sirkulasi bertindak untuk memberikan nutrisi dan oksigen untuk mempromosikan penyembuhan jaringan. (5),(6)

Efek Radiasi dari pembakaran moxa  memancarkan cahaya tampak dan radiasi inframerah (IR). Oleh karena itu, selain efek panas, efek radiasi nonthermal mungkin memiliki peran penting dalam keberhasilan moksibusi. Fisika mengatakan bahwa radiasi adalah proses energi luar difusi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau partikel, benda di atas suhu nol mutlak memancarkan radiasi elektromagnetik. Peran inframerah pada tubuh akan menghasilkan efek termal dan nonthermal. Efek panas yang diproduksi di bawah aksi gelombang elektromagnetik, molekul tubuh manusia menyerap energi dari IR dan mengubahnya menjadi panas dan karena itu meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan aktivitas sel dan enzim.(6)

Kesimpulan

Moksibusi pada titik akupunktur BL67 efektif dan aman untuk memperbaiki presentasi sungsang bila digunakan antara 33 dan 35 minggu kehamilan yang dilakukan  setiap hari minimal selama 10 hari. Selama perawatan, wanita harus santai di posisi duduk atau semi supine dan pengobatan berlangsung hingga 30 menit dan melakukan stimulasi pada bagian luar jari kelingking kakinya, dekat dengan sudut luar kuku kecil. Panas diterapkan dari jarak 1,5-3 cm.   Dapat diyakani bahwa moksibusi merupakan pilihan pengobatan yang harus dipertimbangkan untuk mencapai versi janin sungsang. Selain itu, moksibusi lebih mungkin untuk berhasil apabila dibandingkan dengan ECV (external cephalic version).  Moksibusi ini harus ditawarkan kepada wanita hamil dengan presentasi sungsang, karena ini merupakan tindakan non-invasive dan dapat dilakukan sendiri oleh wanita tersebut di rumah. Selain itu, pengobatan moxa ini mudah, hemat biaya dan tidak memerlukan intervensi medis.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Vas J, Aranda JM, Aranda JM, Modesto M, Ramos M, Baron M,  Using moxibustion in primary healthcare to correct non-vertex presentation: a multicentre randomized controlled trial. Acupunct Med 2013; 31-38
  2. Richard Fischer, MD. Breech Presentation. http://emedicine.medscape.com. Juli 2012
  3. Manyande A, Grabowska. Factors affecting the success of moxibustion in the management of a breech presentation as a preliminary treatment to external cephalic version. midwifery 2009; (25) 774-780
  4. Coyle ME,  Smith  CA,  Peat    Cephalic  version  by  moxibustion for  breech  presentation.  Cochrane  Database  Syst  Rev  (Online) 2012;5
  5. Lin L-M, Wang S-F, Lee R-P, Hsu B-G, Tsai N-M, Peng T-C. Change in skin surface temperature at an acupuncture point with moxibustion. Acupuncture Med 2013;(31) 195-201
  6. Deng H, Shen X. The mechanism of moxibustion : Ancient theory and modern research. Hindawi Publishing Corporation 2013; 37-43
  7. Vas J,  Aranda  JM,  Nishishinya  B,  Mendez  C,  Martin  MA,  Pons  J, dkk.  Correction  of  nonvertex  presentation  with  moxibustion: a  systematic  review  and    Am  J  Obstet  Gynecol 2009;201(3):241—59.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *