Oleh : Qorry Aina

Dosen STIKes Surabaya

Buah rambutan adalah buah dari tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Pertumbuhan tanaman rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Tanaman rambutan akan bersemi menghasilkan cabang dan daun baru setelah masa panen. Pertumbuhan tanaman rambutan akan berhenti ketika ketersediaan air kurang dan tumbuhan akan melalui masa istirahat sampai adanya ketersediaan air lagi. Tumbuhan ini menghasilkan bunga setelah 7 tahun sejak ditanam dari biji, namun pada usia 2 tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif. Buah rambutan termasuk dalam buah musiman artinya tidak berbuah setiap saat tapi hanya di kurun waktu tertentu saja, biasanya musimnya datang bersamaan dengan musim buah yang lain yaitu mangga dan durian. Rambutan yang beredar saat ini banyak jenisnya seperti rambutan rapiah, binjai, lebak dan lain sebagainya

Selama ini masyarakat mengkonsumsi buah rambutan hanya memanfaatkan daging buahnya saja dan membuang bijinya. Kegemaran konsumsi makan buah rambutan oleh masyarakat Indonesia termasuk kategori tinggi. Hal ini disebabkan karena buah rambutan merupakan buah yang mudah dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Rata-rata hasil pertanian buah rambutan pada tahun 2017 sebanyak 733.000 ton pertahun. Produksi buah rambutan semakin tahun selalu meningkat karena permintaan buah rambutan dari dalam dan luar negeri selalu meningkat.  Pemerintah juga melakukan peningkatan produksi beberapa buah tropis termasuk rambutan.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pangan, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa biji rambutan bisa dikonsumsi. Sejauh ini pemanfaatan biji dari buah rambutan belum bisa dilakukan secara optimal karena rasa pahit dan teksturnya yang keras. Biji rambutan yang dikonsumsi tentunya diperlakukan khusus agar aman dikonsumsi dan dapat diterima oleh kalangan masyarakat dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa.

Bebapa dosen dari berbagai bidang ilmu di Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya bersama beberapa mahasiswanya telah melakukan penelitian mengenai hal ini hingga menghasilkan beberapa produk olahan siap makan yang berbahan dasar biji rambutan. Pada tahap awal mereka mencari jenis buah rambutan yang memiliki biji yang berukuran besar, tekstur tidak terlalu keras dan rasa yang tidak terlalu pahit. Perlakuan yang diberikan pada biji rambutan yaitu pengupasan biji, perendaman dengan kemiri dan air kapur sirih dengan presentase tertentu selama 8 jam, dan yang terakhir pengeringan. Perlakuan tersebut tidak datang dan terwujud begitu saja, tetapi melalui beberapa tahapan seperti mencari data potensi buah rambutan di berbagai daerah Jawa Timur dan mencari informasi mengenai kapan masa panen buah rambutan. Hal tersebut dilakukan agar waktu pembuatan produk sesuai dengan waktu panen buah rambutan. Menurut hasil penelitian ini diketahui bahwa kandungan karbohidrat pada biji rambutan sebanyak 80,84 gram, abu 2,15 gram, Vitamin C 12,5 mg, protein 8,02 gram, lemak 6,19 gram dan tanin 1,08 mg.

Biji rambutan juga mengandung senyawa flavonoid yang memiliki efek sebagai antidiabetes. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Melvina Afika (2015) menyimpulkan bahwa ekstrak etanol biji rambutan dapat menurunkan kadar glukosa pada mencit model diabetes. Penelitian lain yang dilakukan oleh Nurul Masruroh pada tahun 2011 menyimpulkan bahwa pemberian biji buah rambutan (Nephellium lappaceum) dapat menurunkan kadar LDL pada tikus yang dibuat hiperlipidemia. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Azwar (2013) menyimpulkan bahwa ekstrak etanol biji rambutan lebih efektif dibandingkan kulit buah rambutan dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada ikan.

Manfaat biji rambutan sudah terbukti melalui penelitian di berbagai bidang. Pada dasarnya semua hal yang tersedia di alam mempunyai kaidah dan manfaat masing-masing. Tugas kita sebagai ’pahlawan’ akademik adalah mencari dan menempatkan manfaat tersebut dengan tepat. Jadi, masih mau buang biji rambutanmu???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *