obesitas

Oleh : Iriyanti Harun,S.KM.,M.Gizi

DOSEN STIKES SURABAYA

    Obesitas atau biasa disebut kelebihan berat badan ditandai dengan terjadinya peningkatan lemak di dalam tubuh sehingga menyebabkan terjadinya gangguan metabolik yang berkontribusi pada penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, hipertensi, osteoatritis dll dimana lebih dari satu juta miliar orang dewasa mengalaminya. (WHO.,NCHS,2017).

Data kasus obesitas di Indonesia proporsi laki-laki obesitas berdasarkan IMT >25 usia diatas 18 tahun sebesar 13,9% pada tahun 2007 dan meningkat sebesar 19,7% pada tahun 2013 dan untuk wanita sebesar 14,8% tahun 2007 dan meningkat 32,9% pada tahun 2013. Berdasarkan pengukuran lingkar perut untuk laki-laki sebesar 18,8% dan meningkat sebesar 26,6% di tahun 2013. (Litbang, 2013).

Berat badan berlebih berakibat obesitas telah terbukti bahwa terjadi hubungan yang erat dengan kondisi kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, beberapa bentuk kanker, gangguan muskuloskeletal, dan lainnya sehingga kelebihan berat badan dan obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan negara di seluruh dunia. (Jansen MD,2013).

Aktivitas fisik telah diidentifikasi sebagai perilaku gaya hidup yang berdampak sangat besar pada perubahan berat badan dan komposisi tubuh, penelitian yang dilakukan oleh Damian Skypnik et al (2014) terhadap 44 wanita obes menemukan bahwa latihan endurance training mempunyai efek yang signifikan terhadap parameter BMI, komposisi tubuh dan fungsi sistem peredaran darah. Penelitian yang dilakukan oleh Hye-Ryun Hong et al (2014) terhadap 20 orang wanita obese menyatakan bahwa berjalan dapat menurnkan adipositas pada lemak sibkutan dan visceral serta meningkatkan serum adiponektin (P=0,002).

Menurut European Clinical Practice Guidelines dari Asosiasi Eropa untuk Studi Obesitas (EASO) bahwa latihan ketahanan seperti aerobik merupakan jenis latihan yang paling dianjurkan di untuk pengobatan obesitas akan tetapi harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan kemampuannya, dilakukan secara continue setiap hari dalam seminggu selama 30-60 menit setiap hari oleh orang-orang dari semua usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *