Oleh : yana agus setianingsih, SST., M.HKes

(Dosen D3 Kebidanan STIKes Surabaya)

 

Haii adik-adik remaja, masihkah anda pacaran? Masihkah anda melakukan sesuatu diluar batas pergaulan? Ataukah anda terbiasa dengan pergaulan bebas dengan lawan jenis bukan pasangan sah yang mengatasnamakan cinta? Ingatt.. banyak sekali bahaya yang mengintai anda, mulai dari infeksi atau penyakit kelamin, kehamilan diluar pernikahan dan sampai bisa terjadi kematian akibat tindakan yang mungkin akan anda lakukan. Sudah siapkah anda dengan memiliki anak diluar nikah? Atau anak yang tidak memiliki bapak? Sudah siapkan anda menjadi cemoohan warga apabila terjadi kehamilan yang tidak diinginkan? Apa mungkin anda akan berpikir untuk melakukan aborsi apabila hal itu terjadi? Tahukah anda bahaya aborsi?

Aborsi merupakan tindakan mengeluarkan janin dari kandungan. Menurut WHO (organisasi kesehatan dunia), aborsi adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar kandungan  sebelum usia kehamilan 20 minggu. Aborsi atau sering disebut abortus sendiri dibagi menjadi 2 yaitu abortus provocatus atau abortus buatan (disengaja) dan abortus spontan (abortus yang terjadi secara spontan). Abortus provocatus atau abortus yang disengaja, dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Abortus provocatus medicalis

Adalah penghentian atau pengakhiran kehamilan  yang disengaja karena alasan medis. Tindakan  ini bisa dibenarkan secara hukum, dipertimbangkan atau dipertanggungjawabkan. Tindakan ini hanya dibenarkan apabila ada alasan medis tertentu yang apabila kehamilan itu dipertahankan, maka akan mengancam keselamatan ibu dan janin.

  1. Abortus provocatus criminalis

Adalah penghentian atau pengakhiran kehamilan yang disengaja dan melanggar kode etik kedokteran, artinya perbuatan ini melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi. Contoh pada kasus kehamilan diluar nikah yang dilakukan oleh remaja, pekerja seksual yang hamil dan ingin menggugurkan kandungannya dan semua kasus yang ingin mengakhiri kehamilan tanpa ada indikasi medis.

Menurut WHO, Angka kejadian aborsi di dunia masih tergolong tinggi. Diperkirakan setiap tahun angka kejadian aborsi mencapai 56 juta kasus di seluruh dunia. Bagaimana angka kejadian aborsi di Indonesia? Menurut SDKI (Survey Demografi Kesehatan Indonesia), terjadi 1,5- 2 juta kasus aborsi. Aborsi menyumbang 30% kasus kematian pada ibu. Angka kejadian aborsi di Indonesia akan turun apabila masyarakat terutama remaja sadar akan bahaya aborsi, akan pentingnya kesehatan reproduksi. Kejadian aborsi seringkali dilakukan oleh remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas, remaja yang mendapatkan kehamilan tidak diinginkan akibat pacaran.

Bahaya dari aborsi bisa sampai menyebabakan kematian karena perdarahan. Hal ini terutama yang dilakukan pada tempat layanan aborsi ilegal dan dilakukan oleh seseorang yang tidak kompeten dalam bidang tersebut (dukun ataupun jasa yang memberikan atau melakukan pelayanan aborsi) ataupun aborsi yang dilakukan sendiri dengan cara mengkonsumsi obat-obatan yang bisa menggugurkan kandungan.

Aturan tentang aborsi di Indonesia sudah diatur dalam kitab Undang-undang hukum pidana (KUHP) dan KUHperdata yang mencantumkan tuntutan dikenakan bagi orang-orang yang melakukan aborsi ataupun orang-orang yang membantu melakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindakan aborsi juga di atur dalam Undang- Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang tertera pada pasal 194 yang berbunyi “setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 75, dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar. Adapun ketentuan yang diatur dalam pasal 75 adalah larangan aborsi dikecualikan apabila ada indikasi medis atau mengancam jiwa ibu atau janin dan pada kasus perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.

Nahhh.. sekarang setelah tau pemaparan diatas terkait aborsi, masihkah anda berani pacaran? Bergaul berlebihan dengan pasangan lawan jenis yang belum sah? Yakin bisa hadapin kenyataan apabila terjadi kehamilan diluar nikah? Yakin mau aborsi dan dipenjara 10 tahun? Pikirkan dampak dari apa yang anda lakukan sebelum anda melakukan sesuatu. Karena anda sendiri yang bisa mengatur pikiran dan tindakan anda. Jangan sampai kesenangan dan kebahagiaan masa mudamu sirna karena tindakan yang seharusnya tidak anda lakukan. Jadilah generasi penerus bangsa yang cerdas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

74 − 64 =