Penulis : Ira Dwijayanti

Dosen Ilmu Gizi

 

Kebutuhan total cairan yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah sekitar 3L per hari. Terlihat sulit untuk memenuhi jumlah tersebut apalagi di awal kehamilan ibu juga merasakan gejala mual dan muntah. Namun kebutuhan cairan tersebut tidak bisa dihindarkan dan harus tetap terpenuhi demi kesehatan janin di dalam perut ibu. Asupan cairan bisa dapat dipenuhi dari air putih, susu, jus buah, kopi dan teh. Namun kebanyakan cairan dari berbagai jenis minuman mengandung pemanis yang berkalori. Oleh karena itu cairan yang tidak berasal dari air putih harus dibatasi.

Sumber cairan terbaik adalah air putih. Tidak termasuk air putih kemasan yang mengandung beberapa jenis mineral. Selain itu sumber cairan dari buah dan sayur yang kaya akan air juga baik untuk dikonsumsi oleh ibu hami. Semangka, melon, air kelapa, jeruk, belimbing dan tomat dapat dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan cairan ibu hamil. Dengan konsumsi sayur dan buah juga dapat menambah manfaat yaitu menurunkan resiko konstipasi di masa kehamilan. Vitamin dan mineral dalam buah dan sayur juga membantu meningkatkan kebutuhan ibu dan janin.

Sepuluh gelas per hari terasa cukup sulit untuk memenuhinya. Namun cobalah untuk minum sedikit demi sedit 1-2 gelas per jam. Selalu sediakan botol minum yang terisi air putih ketika bepergian atau bekerja. Biasakan untuk minum satu gelas air di pagi hari saat bangun tidur dan satu gelas sebelum tidur di malam hari.

 

Referensi :

Montgomery K. S. (2002). Nutrition Column An Update on Water Needs during Pregnancy and Beyond. The Journal of perinatal education11(3), 40–42. doi:10.1624/105812402X88830

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 7 = 1