Penulis : Ira Dwijayanti

Dosen Ilmu Gizi

 

Banyak perubahan yang pasti dirasakan oleh ibu hamil. Salah satu perubahan yang mungkin dirasakan adalah mudah haus. Kondisi tersebut merupakan hal yang normal karena kebutuhan cairan ibu hamil juga meningkat. Nah, kira-kira kebutuhan cairan ibu hamil berapa ya?

Kebutuhan cairan pada ibu hamil berfungsi untuk membentuk cairan ketuban, membantu melancarkan aliran darah ke janin serta membantu perkembangan janin. Selain itu fungsi air adalah untuk mencegah beberapa komplikais yang terjadi seperti konstipasi, wasir dan infeksi saluran kemih.

Seiring bertambahnya umur kehamilan makan ibu hamil akan sering mengalami konstipasi akibat menurunnya aktivitas pencernaan akibat kehamilan itu sendiri. Fungsi air ini dapat melunakkan tinja sehingga memperlancar proses buang air besar dan tidak memicu wasir. Air juga berfungsi untuk mengencerkan urin sehingga mencegah kuman infeksi mengendap di urin.

Rekomendais kebutuhan cairan pada ibu hamil sekitar 8-10 gelas per hari atau kurang lebih 2,3L per hari. Ditambah asupan cairan dari makanan seperti sayur dan buah sekitar 0,7L. Sehingga ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi cairan 3L per hari. Untuk memantau kecukupan asupan cairan, perhatikan warna urin ibu. Jika urin tampak kuning muda atau bening maka cairan ibu sudah tercukupi. Sebaliknya, jika warna urin kuning pekat maka tingkatkanlah asupan cairan secepatnya untuk mengurangi dampak yang tidak diinginkan karena kondisi kurang cairan (dehidrasi)

 

Referensi :

Montgomery K. S. (2002). Nutrition Column An Update on Water Needs during Pregnancy and Beyond. The Journal of perinatal education11(3), 40–42. doi:10.1624/105812402X88830

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

57 − 52 =