Oleh : Anggun Pranessia Anggrasari, S. Kep., Ns., M. Kep

(Program pendidikan profesi Ners STIKes Surabaya)

 

Di Indonesia, masih banyaknya anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap sejak lahir, bahkan ada yang tidak di imunisasi sama sekali. Cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan di tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 57,9% dibandingkan di tahun 2013 (59,2%) (Riskesdas, 2018). Bahkan, 10 provinsi dengan populasi termiskin sekitar 70% anak tidak diberikan imunisasi. Terkait dengan rendahnya cakupan imunisasi tersebut, terdapat beberapa isu yang perlu mendapatkan perhatian, diantaranya yaitu kurangnya pengetahuan dan kesadaran orang tua terkait imunisasi, kurangnya dukungan tokoh masyarakat, dan buruknya penyampaian informasi dari petugas kesehatan.

Imunisasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seorang anak terhadap suatu penyakit dengan cara memberikan vaksin ke dalam tubuh. Vaksin tersebut mengandung kuman yang telah dilemahkan dan bekerja mencegah penyakit dengan cara menimbulkan reaksi imunitas tubuh, kemudian mempersiapkan tubuh ketika anak terpapar suatu penyakit.

Pada umumnya, imunisasi aman diberikan kepada anak. Walaupun beberapa imunisasi akan menimbulkan resiko maupun efek samping yang minimal. Efek samping yang sering terjadi pada anak setelah diimunisasi diantaranya yaitu demam, kemerahan pada bekas/ lokasi suntikan, dan reaksi alergi. Efek samping yang terjadi tersebut umumnya akan reda dengan sendirinya. Akan tetapi, sebagai orang tua kita perlu menginformasikan riwayat alergi pada anak (bila ada) kepada petugas kesehatan untuk meminimalkan resiko yang terjadi.

Pemberian imunisasi dasar lengkap dan imunisasi tambahan disesuaikan dengan usia anak. Dimulai dari bayi lahir hingga remaja, terdapat periode yang berulang setiap bulan, da nada yang hanya diberikan satu bulan saja. Inilah mengapa penting bagi orang tua untuk mencermati jadwal pemberian imunisasi kepada anak. Pada Tabel di atas adalah jadwal pemberian imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017. Di dalam tabel tersebut sudah dijelaskan kapan saja waktu pemberian imunisasi pada anak.

Pesan untuk orang tua, bawalah anak ke Posyandu atau Puskesmas secara berkala agar anak diberikan imunisasi sesuai dengan jadwal dan usia. Imunisasi yang diberikan dinilai sangat efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 44 = 46