OLEH : ZUMMATUL ATIKA, SST, M.K.M

Trimester 2 adalah masa-masa yang paling aman untuk ibu hamil, pada masa ini keluhan-keluhan kehamilan sudah mulai menghilang, ibu sudah merasa nyaman dengan kehamilannnya, ibu sudah mulai senang dengan kehamilannya karena pertumbuhan bayi di perut sudah semakin membesar, ibu sudah mulai tidak sabar dengan kehadiran si kecil, ibu sudah mulai mencari-cari ilmu tentang parenting, agar bayi bisa tumbuh sehat dan cerdas dll, dan salah satu cara agar bayi bisa cerdas adalah berkomunikasi dengan baik terhadap janinnya, berkomunikasi dengan janin dapat mendukung kemampuan sensoriknya, sehingga memengaruhi kecerdasan serta fungsi otak ketika ia lahir nanti. Lalu, bagaimana cara berkomunikasi dengan janin secara tepat? Mari simak bersama-sama ya.

 

 

  1. Bercerita 

Memasuki usia 25 minggu, kemampuan mendengar si Kecil sudah mulai berfungsi. Pada tahap ini, ia sudah bisa mendengar suara Ibu. Menurut William Fifer, Ph.D., profesor pediatrik di Colombia University’s College of Physicians and Surgeons, janin dapat membedakan suara Ibu ketika memasuki tahap akhir trimester kedua.Itu sebabnya, saya menceritakan banyak hal kepada si Kecil. Mulai dari aktivitas yang dilakukan, makanan yang di konsumsi, hingga membaca buku dengan suara lantang. Melalui momen ini, Ibu tak hanya berkomunikasi dengan si Kecil, tapi juga berbagi emosi untuk mempererat ikatan emosional.

  1. Bernyanyi

Karena hal pertama yang didengar si Kecil adalah detak jantung dan suara Ibu, janin akan menanti momen Ibu mengeluarkan suara. Selain bercerita, Ibu juga bisa menyanyikan lagu favorit kepada si Kecil. Getaran suara yang terdengar hingga ke dalam kandungan akan membuat si Kecil nyaman dan merespon, baik dengan tendangan maupun gerakan lainnya.

  1. Mengetuk Perut

Perkembangan otak bayi di dalam kandungan membuatnya merespon komunikasi dengan tendangan. Oleh sebab itu, Ibu bisa memancing si Kecil menendang dengan mengetuk perut terlebih dulu. Janin akan merespon ketukan di perut dengan tendangan. Sungguh menggemaska Ketika Ibu mulai mengetuk, tunggu dengan sabar sambil menangkupkan telapak tangan ke permukaan perut. Bisa jadi si Kecil merespon dengan lemah atau sebaliknya.

  1. Jalan Santai

Mengenalkan si Kecil dengan lingkungan sekitarnya bisa dilakukan melalui aktivitas ringan seperti jalan santai. Tak hanya baik bagi kesehatan Ibu, aktivitas ini juga menstimulasi indra pendengaran si Kecil. Dengan rutin mengajaknya jalan-jalan, janin akan mendengar berbagai suara di sekitarnya, seperti gonggongan anjing, klakson mobil, dan lainnya. Momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan si Kecil, Contohnya, Ibu bisa menceritakan suasana di sekitar lingkungan rumah saat berjalan santai. Ketika melakukan aktivitas ini, pastikan Ibu tidak memaksakan diri, agar kesehatan Ibu dan si Kecil tetap terjaga.

Itu dia beberapa cara berkomunikasi dengan janin yang bisa di praktikkan oleh ibu-ibu hamil agar bayinya tubuh sehat dan cerdas. Selamat mencoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 40 = 49