Oleh : Suci Ferdiana, M.Pd

Biology Lecturer at Nutrition Department STIKes Surabaya

 

Ukuran otak dan keterampilan kognitif adalah sifat yang paling dramatis berubah pada manusia selama evolusi, namun mekanisme genetik yang mendasari perubahan spesifik manusia ini tetap sulit dipahami. Laboratorium di China beserta ilmuannya berhasil menghasilkan 11 monyet rhesus transgenik (8 generasi pertama dan 3 generasi kedua) yang membawa salinan MCPH1 manusia, sebuah gen penting untuk perkembangan otak dan evolusi otak. Gambar otak dan analisis jaringan menunjukkan adanya perubahan pola diferensiasi sel-saraf, yang mengakibatkan keterlambatan pematangan neuron dan serat-saraf dari monyet-monyet transgenik, mirip dengan perubahan evolusi yang diketahui dari keterlambatan perkembangan (neoteny) pada manusia. Analisis transkriptom dan bagian jaringan lebih lanjut dari tahap perkembangan utama menunjukkan penundaan ekspresi mirip manusia dari diferensiasi neuron dan gen pensinyalan sinaptik, memberikan penjelasan molekuler untuk keterlambatan perkembangan otak yang diamati pada monyet transgenik. Lebih penting lagi, monyet-monyet transgenik menunjukkan ingatan jangka pendek yang lebih baik dan waktu reaksi yang lebih singkat dibandingkan dengan kontrol tipe liar dalam tugas pencocokan sampel tertunda. Data yang disajikan merupakan upaya pertama untuk menginterogasi dasar genetik asal otak manusia secara eksperimental menggunakan model monyet transgenik dan menghargai penggunaan primata non-manusia dalam memahami sifat-sifat manusia yang unik.

 

Salah satu perbedaan utama antara manusia dan primata non-manusia adalah bahwa manusia memerlukan waktu lebih lama untuk membentuk jaringan saraf mereka selama pengembangan, sangat memperpanjang masa kanak-kanak, yang disebut ‘neoteny’. Mielinisasi adalah proses menghasilkan selubung mielin di sekitar serabut saraf sehingga sinyal saraf dapat diperbanyak lebih cepat dengan lebih sedikit kehilangan sinyal. Proses ini dianggap sebagai aspek perkembangan utama dari otak manusia dan berlanjut selama setidaknya 10-12 tahun setelah kelahiran, memberikan jendela perpanjangan plastisitas jaringan saraf . Faktanya, mielinisasi neokortikal manusia secara perkembangan berlarut-larut dibandingkan dengan simpanse.

 

Bagaimana menurut kalian dengan adanya penlitian ini?

 

Referensi:

Lei Shi et al. 2019. Transgenic Rhesus Monkeys Carrying The Human MCPH1 Gene Copies Show Human-Like Neoteny of Brain Development.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =