OLEH

Octo Zulkarnain, S.Kep.Ns.M.Imun

 

HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuh penyakit yang di akibatkan oleh virus yang dapat mengakibatkan kelumpuhan system pertahanan tubuh/ imun  manusia hingga akhirnya menjadi AIDS. Aids dapat mengakibatkan kerentanan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit. Penyakit HIV sering kali di identikkan dengan penyakit yang menyerang orang-orang yang berperilaku negative seperti PSK, pengguna narkoba, dan homoseksual. Namun perkembangannya kali ini stigma tersebut dapat berubah karena kebanyakan penderita berasal dari kaum ibu rumah tangga dan juga anak-anak.

Di dunia menurut data UNAIDS yang di rilis oleh lifestyle.kompas.com penderia HIV sudah mencapai 36, 9 juta jiwa. Dan 1,8 juta jiwa pengidapnya adalah anak di bawah 15 tahun. Di kawasan asia pasifik penderita mencapai 5,2 juta jiwa. Dan Indonesia menyumbangkan angka 620.000 jiwa. Jumlah ini sangat banyak dan jika di kumpulkan di stadion GBK butuh 8 stadion untuk menampung seluruh penderita HIV dan AIDS.

Ancaman yang nyata untuk keberlangsungan sebuh bangsa. Mengapa di katakana demikian ? HIV sangat mudah melakukan replikasi dalam tubuh manusia, dan virus tersebut dapat dengan mudah menular melalui darah, cairan vagina, dan cairan sperma. Dan yang perlu di pahami sampai saat ini belum ada pengobatan atau terapi yang dapat memusnahkan virus HIV dari tubuh penderitanya. Yang ada hanyalah pengobatan ARV yang fungsinya untuk menurunkan angka replikasi virus.

HIV adalah jenis virus retrovirus yang dapat hidup dalam sel tubuh manusia. Virus HIV masuk dapat melalui bagian tubuh manusia yang terbuka barrier kulit atau mukosa tubuhnya. Saat masuk kedalam tubuh manusia HIV akan berhubungan dengan sel dendrit/ Macrophage. Saat di tangkap oleh kedua sel tersebut, virus ini bukannya di hancurkan namun malah hidup dalam tubuh kedus sel tersebut dan menjalankan proses replikasinya. Saat kedua sel ini memberikan tanda ancaman seluruh sel system imun mendekat dan mencoba membantu kedua sel tersebut namun yang terjadi sel T helper (CD4) terinfeksi dan menjadi host untuk proses replikasi virus. Virus ini memilki gp120 dan gp 45 yang dapat berikatan dengan CD4. Di dalam sel CD4 virus ini akan mengubah mRNA yang di miliki menjadi DNA. DNA terebt akan di bawa ke inti cell dan di hubungkan dengan dengan DNA cell T helper. Setelah penggabungan tersebut virus dapat bereplikasi dan mengahasilkan ribuan virus dari satu cel T helper. Cell T helper yang di gunakan oleh virus ini akan di identifikasi oleh CD 8+ atau T cytotoxic untuk di musnahkan. Karena bnayaknya T helper yang terinfeksi maka CD 8+ pun akan mengahncurkannya sehingga T helper mengalami penurunan jumlah dan berdampak pada mudahnya infeksi akibat pathogen lain. Virus ini sangat mahir dalam bersembunyi bahkan T helper yang telah di hancurkan oleh CD 8 ini mengakibatkan banyak virus HIV yang terlepas karena tidak ikut hancur. Inilah yang di masksud oleh penulis sebagai kelicikan virus HIV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

29 + = 37