Ikut…ikut….ikut   Rumpi Sehat

Ibu Hamil …………Ya ATIKA

ASI Esklusif …………itu wajib

Makanan Anak ………..Harus seimbang

Camilan……………….. Harus sehat

Kalo salah,………………ya benerin !!!

 

Terdengar suara ibu ibu di posyandu anyelir dengan antusias meneriakan yel yel rumpi sehat di kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya pada tanggal 15 agustus yang lalu di kegiatan posyandu rutin di minggu ke 2. Suara itu ada sejak agustus dalam kegiatan emo demo yaitu metode pemberian infomasi kepada ibu ibu balita dan ibu hamil terkait informasi gizi yang meminimalisir informasi kesehatan yg dikembangkan oleh GAIN (The Global Alliance For Improved Nutrition). Wilayah Surabaya sendiri merupakan salah satu wilayah intervensi GAIN selain Probolinggo, Bondowoso, Trenggalek dan Jember untuk 50% wilayah saja. Untuk Simokerto merupakan salah satu wilayah yang tidak termasuk dalam intervensi GAIN di Surabaya. Karena itulah sebagai salah satu Master of Trainer Emo Demo dari Surabaya sekaligus dosen di Stikes Surabaya  merasa harus mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya selama dilatih oleh Trainning Coordinator GAIN pada 9 – 11 Agustus 2018 tahun lalu melalui Tri Dharma penguruan tinggi dengan kegiatan pengabdian masyarakatlah kegiatan Emo Demo di kecamatan Simokerto ini dilaksanakan.

 

“Kami di Stikes mengenal Emo Demo sejak lama tahun 2017 dilanjutkan dengan dengan dilatihnya 3 orang Stikes termasuk saya untuk Menjadi Master of Trainner (MOT) di Surabaya menjadikan kami lebih memahami apa itu Emo Demo dan prakteknya. Kegiatan ini sangat menarik, inovatif dan mudah di aplikasikan terutama untuk kader posyandu. Sebagai salah satu perguruan tinggi di bidang kesehatan dan yang memiliki kegiatan pengabdian masyarakat kami mencoba mengimplementasikan. Setelah diskusi dengan Trainning Coordinator GAIN di Surabaya terkait keinginan kami mengimplemtasikan Emo Demo akhirnya kami disarankan memilih wilayah Non Intervensi agar tidak tumpang tindih dan ikut memeratakan kegiatan di Surabaya”, ucap ibu Setiya Hartiningtyaswati  SST, M.Keb.

 

Saat ini ada 10 Posyandu yang didampingi oleh Stikes di wilayah puskesmas Tambakrejo yaitu :

  • Mekar, Mandiri, Melati, Tanjung dari kelurahan Simokerto
  • Sri Rejeki, Anyelir di kelurahan kapasan
  • Melati, Latulip 1, Latulip 3, Ceria dari kelurahan Tambakrejo.

 

Kegiatan diawali dengan melatih 10 orang kader posyandu bersamaan dengan 12 dosen dan Mahasiswa Stikes untuk tema 1 terdiri dari 3 modul Emo Demo Asi saja cukup, siap bepergian, ikatan ibu dan anak. Modul ini dipilih dalam rangka mendukung merayakan world breastfeeding week 2019 dengan tema  “Memberdayakan orang tua, untuk bisa menyusui melalui Emo Demo”.  Dilaksanakan kerjasama dengan PKK Surabaya dan MOT Surabaya lainnya. Stikes juga memberikan bantuan berupa 1 paket peralatan Emo Demo Tema ASI Esklusif dengan dukungan pendanaan dari WABA (World Alliance For Breatfeeding Action). Selanjutnya akan diimplementasikan di 10 posyandu setiap bulan 1 modul, harapannya meningkatkan pengetahuan dan motivasi menyusui sehingga dapat berdampak pada perubahan perilaku menyusui baik untuk ibu/pengasuh balita, ayah, keluarga serta dukungan stakeholder. Selanjutnya diikuti dengan booth diskusi untuk ayah dan advokasi ke pemerintah daerah.

 

“Kegiatan kami ini mencoba melibatkan semua stakeholder agar upaya upaya menyusui ASI Esklusif meningkat target Indonesia 80% pemberian ASI eksklusif tapi sayangnya saat ini masih 37,3 %. Itu disebabkan oleh berbagai faktor maka kami mengandeng PKK Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Kecamatan Simokerto, Puskesmas Tambakrejo, dan Ayah ASI sebagai bentuk aksi kami, “ ujar salah satu dosen Stikes ini.

Memang dalam dekade terakhir, menyusui telah mulai menjadi perhatian dunia dan juga Indonesia. WHO, UNICEF dan Kementerian Kesehatan Indonesia memberikan dukungan penuh untuk pemberian ASI eksklusif. Dukungan untuk menyusui juga terlihat dari banyak penelitian bertema menyusui. Meskipun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif di dunia dan di Indonesia masih relatif rendah walaupun telah mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya untuk itu dibutuhkan banyak pihak untuk berkontribusi seperti pemerintah daerah, NGO, Swasta dan Akademisi seperti yang dilakukan oleh sosok perempuan ini yang mampu menginspirasi kita.

 

 

Ditulis oleh Wiwik Sulistyorini, Trainning Coordinator GAIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

61 − 55 =