Oleh : Eko Budi Santoso, S.Kep., NS., M.Kes.

Dilihat dari beragam permasalah dalam kasus Reproduksi sangat luas dan memiliki permasalahan yang berbeda, kali ini akan mengangkat permasalah dari Menarche pada remaja dengan melihat dari kaidah dasar awal

penelitian yang rencana akan dilakukan oleh penulis.

Remaja adalah generasi penerus bangsa dimana disetiap satu diantara enam penduduk dunia adalah remaja. Sedangkan di negara berkembang hidup 85% remaja. Adapun ruang lingkup kesehatan ibu dimulai dari para remaja khususnya para remaja putri hingga wanita usia subur. Pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat cepat. Menurut WHO 10-19 tahun adalah periode usia remaja. Data Riskesdas 2013 menyebutkan bahwa komposisi terbesar di Jawa Timur adalah kelompok umur 15-19 tahun (8,23 %) dan kelompok umur 10-14 tahun (8,19 %). Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Salah satu tanda kematangan fisik dan seksual pada perempuan adalah terjadinya menar

Menarche adalah perdarahan pertama kali dari uterus yang terjadi pada wanita di masa pubertas sekitar usia 12-14 tahun. Menarche merupakan perubahan yang menandakan bahwa remaja sudah memasuki tahap kematangan organ seksual. Menarche dimulai dari pertumbuhan organ seks sekunder tumbuh berkembang, seperti pembesaran payudara, tumbuh rambut ketiak, panggul membesar serta mulai berkembangnya beberapa organ vital yang siap untuk dibuahi (Manuaba, 2009). Dalam hal ini bisa dipaparkan bahwa masa menarche pada wanita terjadi pada awal remaja dengan melihat dari 3 bagian

pembagian, yaitu: Remaja awal, Remaja madya dan Remaja akhir. Menarache bisa berartikan dengan kematangan atau perubahan secara fisiologis pada wanita.

Menarche merupakan puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang gadis yang sedang beranjak dewasa. Perubahan timbul karena serangkaian interaksi antara beberapa kelenjar di dalam tubuh yaitu hasil kerjasama antara korteks serebri, hipotalamus, hipofisis, varium, glanduna supra renalis dan kelenjar-kelenjar endokrin lainnya

Pusat pengendalian utama adalah bagian otak, di sebut hypotalamus yang bekerja sama dengan kelenjar di bawah otak untuk mengendalikan urutan-urutan rangkaian perubahan itu. Hipotalamus mengeluarkan zat yang disebut faktor pencetus. Faktor pencetus mulai bergerak melalui pembuluh darah kelenjar bawah otak dan menyebabkan kelenjar itu mengeluarkan hormon-hormon tertentu. Salah satunya adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkan pertumbuhan lebih cepat menjelang gadis remaja

Umur menarche sekarang ini secara umum menjadi lebih dini dibanding masa sebelumnya. Studi epidemiologi mengungkapkan fenomena yang menunjukkan fakta bahwa umur menarche pada wanita di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini sangat cepat

Indonesia mengalami angka penurunan menarche berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2010 terdapat 5,2% anak-anak di Indonesia memasuki usia menarche dibawah usia 12 tahun. Di Jawa Timur sebanyak 74,8% remaja putri memiliki status gizi normal. Sebesar 25,3% remaja putri mengalami menarche pada usia 11-12 tahun

Dengan melihat dari permasalahan aktivitas dikalangan remaja Zaman kontemporer ini, maka kemungkinanan akan menjadikan dampak dari permasalahan yang akan terjadi permasalahan dengan melihat dari sumber yang menyebutkan bahwa, Aktivitas fisik berpengaruh dengan menarche. Menurut Abdurrahman (2010), latihan fisik yang berat dan teratur pada masa prapubertas, dapat menunda menarche. Menarche pada remaja putri

dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi menarche adalah status gizi dan persen lemak tubuh

Aktivitas fisik merupakan salah satu bentuk penggunaan energi tubuh, jika asupan kalori berlebihan dan tidak diikuti oleh aktivitas fisik yang tinggi akan menyebabkan kelebihan berat badan. Penggunaan energi tiap jenis aktivitas itu berbeda-beda tergantung dari tipe, lamanya dan berat orang yang melakukan aktivitas

Sebaliknya, penundaan menarche juga berhubungan dengan aktivitas fisik. Telah diteliti bahwa terdapatnya penundaan sekresi dari hormon-hormon yang spesifik yang ada dalam tubuh terhadap kemetangan seksualitas terhadap remaja putri. Menurut Purwadi (2009) kadar glukokortiroid yang meningkat, akan menekan produksi estradiol (estrogen) melalui inhibisi GnRH di hipotalamus, inhibisi hipofisis dan inhibisi langsung pada ovarium sehingga terjadi artresia folikuler, sehingga terjadi hipoestrogenisme yang mengakibatkan gangguan menstruasi 

 

 

REFERENSI

[1] Hockenberry, M.J. 2005. Wong’sessentials of pediatric nursing (7th Ed.). St. Louis: Elsevier Mosby.

[1] Hanafiah, M.J. 2007. Haid dan Siklusnya Revisi. Jakarta: Bina Pustaka.

[1] Llewellyn, D. 2005.  Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi (terjemahan). Jakarta: Hipokrates.

[1] Asgharnia, M. et al. 2009. A Study of Menarcheal Age in Northern Iran (Rasht). Oman Medical Journal.

[1] Kementerian Kesehatan RI. 2010. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Nomor: 1995/MENKES/SK/XII/2010, 2011 Standar Antopometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Direktorat Bina Gizi.

[1] Karapanou, O., & Papadimitriou, A. 2010. Determinants of menarche. Reproductive  Biology and Endocrinology, 8, 115. Diunduh dari http://www.rbej.com/content/8/ 1/115.

[1] Goran, M.I. 2012. Measurement Issues Related to Studies of Childhood Obesity: Assessment of Body Composition, Body Fat Distribution, Physical Activity, and Food Intake. Pediatrics is the official journal of the American Academy of Pediatrics; 505-518.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 1