Oleh : Ira Dwijayanti, S.Gz., M.Sc.

Penenelitian menunjukkan bahwa 1 dari 7 wanita mengalami depresi saat kehamilan. Menurut JAMA Network Open Study, depresi kehamilan terjadi pada 10-15% wanita hamil. Hal yang lebih mengejutkan adalah prevalensi wanita generasi milenial yang mengalami depresi cenderung lebih tinggi (25%) dibandingkan ibu mereka (17%) saat mengandung terdahulu.

Tanda depresi saat kehamilan dapat terlihat dari hilangnya minat dalam melakukan kegiatan yang menyenangkan hingga perasaan tidak berharga, perubahan selera makan dan kelelahan. Gejala yang terjadi selama kehamilan sebagian besar sama dengan depresi yang terjadi pada masa-masa kehidupan yang lain. Namun pada wanita hamil cenderung disebabkan karena memiliki kekhawatiran tentang bayinya atau tentang perasaan ketidakmampuan seorang wanita untuk menjadi ibu.

Wanita hamil yang memiliki tingkat kecemasan tinggi, kehamilan yang tidak direncanakan atau merasa stres tentang kesejahteraan bayi dapat meningkatkan risiko depresi saat kehamilan. Mengapa ibu yang lebih muda lebih banyak mengalami depresi? Kemungkinan faktor tekanan finansial dan dukungan yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko depresi dan ibu yang lebih muda mungkin kurang memiliki kedua hal tersebut. Namun sebenarnya depresi pada kehamilan dapat mempengaruhi wanita pada segala usia. Kira-kira makanan apa saja yang dapat meningkatkan risiko depresi?

  1. Karbohidrat Olahan

Kita mungkin menginginkan makanan seperti roti putih, soda, atau pretzel ketika mengalami depresi. Padahal penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat dapat dikaitkan dengan depresi. Karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dan meningkatkan depresi5.

  1. Gula

Gula termasuk dalam daftar pengawasan makanan yang berpengaruh terhadap deprersi. Diet tinggi gula dapat meningkatkan peradangan di seluruh tubuh dan otak. Penelitian menunjukkan bawah peradangan otal 30% lebih tinggi pada pasien yang mengalami depresi6.

  1. Processed Foods

Mungkin satu kaleng sup merupakan cara termudah untuk mengisi bahan bakar tubuh kita ketika merasa tertekan, tetapi kita harus berpikir dua kali sebelum membuka kaleng tersebut. Sebuah penelitian di Inggris terhadap lebih dari 3000 orang menemukan bahwa mereka yang sering mengonsumsi makanan olahan mengalami peningkatan depresi lebih tinggi7.

  1. Trans-fats

Kita perlu menjauhi ayam goreng, kentang goreng dan makanan lainnya yang disiram dengan minyak terhidrogenasi jika ingin melawan depresi. Lemak tersebut dapat meningkatkan resiko jantung dan depresi secara bersamaan8.

Menginginkan makanan manis, asin dan gorengan saat merasa sedih mungkin hal yang alami. Tetapi penelititan jelas menunjukkan kepada kita bahwa diet sehat lebih baik untuk suasana hati kita. Batasi makanan yang memberikan rasa ‘comfort’  dan mulailah untuk merencanakan makanan yang sehat.

 

Referensi :

 

  1. Pearson, Rebecca M. et al. 2018.“Prevalence of Prenatal Depression Symptoms Among 2 Generations of Pregnant Mothers: The Avon Longitudinal Study of Parents and Children.” JAMA Network.
  2. O’Keane V, Marsh MS. 2007. “Depression during pregnancy”BMJ. 334(7601):1003-5.
  3. Aktas S, Yesilcicek Calik K. “Factors Affecting Depression During Pregnancy and the Correlation Between Social Support and Pregnancy Depression”. Iran Red Crescent Med J. 2015;17(9):e16640.
  4. Goyal, Deepika et al..2010. “How Much Does Low Socioeconomic Status Increase the Risk of Prenatal and Postpartum Depressive Symptoms in First-Time Mothers”?. Women’s Health Issues , Volume 20 , Issue 2 , 96 – 104. 2010
  5. Gangwisch, J., et al. 2015. “High glycemic index diet as a risk factor for depression: analyses from the Women’s Health Initiative,” The American Journal of Clinical Nutrition, doi: 10.3945/ajcn.114.103846.
  6. Setiawan, E., et al. 2015. “Role of Translocator Protein Density, a Marker of Neuroinflammation, in the Brain During Major Depressive Episodes,” JAMA Psychiatry, 2015;72(3): Pages 268-275.
  7. Akbaraly, T. et al.2009. “Dietary pattern and depressive symptoms in middle age,” The British Journal of Psychiatry, 2009 Nov; 195(5): 408–413.

Sanchez-Villegas, A., et al. 2011. “Dietary Fat Intake and the Risk of Depression: The SUN Project,” PLOS One.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 58 = 68